Serba-serbi

Jakarta -Joko Widodo (Jokowi) sudah resmi menjadi presiden terpilih periode 2014-2019. Dunia usaha dan investor pasar modal optimistis dengan prospek pemerintahan di bawah kepemimpinan mantan wali kota Surakarta/Solo ini.Namun, bukan berarti Jokowi lepas dari kritik. Tony Prasetiantono, pengamat ekonomi Universitas Gadjah Mada, mengkritik Jokowi soal mobil Esemka.”Pak Jokowi, ini saya berikan kritikan juga. Setop bicara soal Esemka, karena membuat prototype itu sangat berbeda dengan membuat mobil industri,” ujar Tony saat acara BCA Indonesia Knowledge Forum III 2014 di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Jumat (10/10/2014).Dia menjelaskan, untuk bisa mengembangkan konsep mobil nasional dan masuk pasar otomotif setidaknya sebuah perusahaan harus mampu memproduksi 12.000 unit atau 1% dari total pasar otomotif di Indonesia yang setiap tahunnya mencapai 1,2 juta unit.”Untuk bisa masuk pasar, setidaknya harus bisa memproduksi 12.000 unit. Dengan begitu new entrier bisa bertahan. Kalau tidak, lupakan. Pertanyaannya, bisa tidak Esemka memproduksi sampai 12.000 setahun? Saya kira masih jauh,” jelas dia.

Selain soal Esemka, Tony juga mengkritik soal rancangan pembangunan monorel yang juga belum jelas kelanjutannya.

“Itu (monorel) kan belum jelas juga,” ujarnya.

(drk/ddn)

ESSEMKA Mobil Nasional (Foto : detikOtomotif)

 

 

59 pemikiran pada “Serba-serbi

  1. I think this is one of the most significant information for me. And i am glad reading your article. But want to remark on few general things, The website style is great, the articles is really nice : D. Good job, cheers

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>