Luis Milla

Asa dari Luis Milla di Tahun 2018

Bola Sports Info

Tahun 2017 sudah berlalu dan asa dari Luis Milla di tahun 2018 sudah menunggu. Apa yang sudah diraih Luis Milla bersama Timnas Garuda baik senior maupun Garuda U-22 harus menjadi catatan penting bagi pijakan pembinaan untuk tahun 2018. Data yang dirilis PSSI.org (6/12/17)  menyebutkan bahwa Milla sudah menangani Timnas Senior sepanjang tahun 2017 dengan melakukan 10 kali pertandingan friendly match dengan prestasi 5 kali menang, 2 kali seri dan  dan 3 kali kalah.  Sedangkan Timnas Garuda U-22 dari 12 laga yang sudah dilakukan, Milla berhasil memenangkan Tim asuhannya sebanyak 5 kali, 3 kali draw dan 4 kali kalah.

Statistik di atas baik dari Timnas Garuda Senior maupun Garuda U-22 sebenarnya menunjukkan nilai positif walaupun gelar juara belum juga didapatkan. Luis Milla gagal meraih trofi juara, terutama untuk medali emas SEA Games 2017 yang dibebankan pada Timnas U-22. Demikian pula gagal lolos kualifikasi Piala Asia U-23 2018. Memang masih ada tugas baginya yaitu meraih posisi empat besar Asian Games 2018 sesuai dengan klausul kontrak dengan Federasi sepakbola Indonesia, PSSI.

Lebih menarik lagi kegagalan Timnas U-22 baik dalam ajang SEA Games 2017 maupun kualifikasi Piala Asia U-23 2018, keduanya akibat kalah dari Malaysia. Pada semi final SEA Games dikalahkan 0-1 sedangkan di kualifikasi Pila Asia U-23 kalah telak 0-3. Mencoba merasakan apa yang ada dalam pikiran Suporter Timnas Garuda ketika hal tersebut harus terjadi. Entah kenapa saat dikalahkan Malaysia, jauh lebih menyakitkan dibandingkan jika kalah dari negara ASEAN lainnya.

Namun demikian banyak pula hal-hal lainnya yang membuat Timnas Garuda saat ini memiliki aura yang menjanjikan. Luis Milla berhasil menggabungkan pemain-pemain U-22 asuhannya dengan para seniornya. Pemain seperti Febri Haryadi, Saddil Ramdani, Septian David Maulana bahkan Egy Maulana Vikri sudah mulai merasakan debut bersama Timnas Senior. Pemain-pemain tersebut sangat menonjol performanya.

Luis Milla sangat menyukai pemain dengan kemampuan untuk berbagai posisi.     Bersama Luis Milla, Septian David berkembang menjadi pemain miedfilder yang sangat berbahaya. Padahal sebelumnya Septian adalah pemain sayap. Demikian juga Saddil Ramdani sebagai pemain sayap, pernah dicoba sebagai bek sayap dan sangat menjanjikan dengan posisi barunya tersebut. Ricky Fajrin bek sayap yang juga mampu bermain sebagai center back.

Masih bayak yang harus dilakukan Luis Milla untuk Timnas Garuda dan Pelatih asal Spanyol ini masih memiliki waktu untuk membuktikan kualitasnya sebagai pelatih Dunia yang cukup disegani.

Bravo Timnas Garuda

#hensa06012018 http://autocorner.info