KECAMAN TERHADAP INDUSTRI OTOMOTIF JERMAN

Mercedes Benz

Foto : http://static.republika.co.id/uploads/images/detailnews/mercedes-benz-_121213182712-663.jpg

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN — Pemerhati lingkungan menyuarakan kemarahan karena pemerintah Jerman berusaha meringankan batas emisi karbon di Eropa demi melindungi sektor industri otomotif.

“Parlemen Eropa harus tetap kuat dan menolak tuntutan Jerman yang hanya akan membahayakan iklim, menambah biaya konsumen dan menghambat inovasi teknologi,” kata Greenpeace dilansir dari AFP.

Kanselir Jerman, Angela Merkel beralasan perlunya melindungi lapangan kerja. Sehingga ia menentang peraturan Uni Eropa yang meningkatkan batas karbon untuk mengurangi pemanasan global akibat konsumsi bahan bakar untuk mobil.

Para menteri lingkungan Uni Eropa di Luksemburg memutuskan menunda keputusan memperketat batas rata-rata CO2 menjadi 95 gram per kilometer pada 2020.

Jerman ingin batas tersebut dimundurkan hingga 2024. Bahkan, mengusulkan peraturan itu hanya berlaku bagi 80 persen kendaraannya pada 2020.

Merek mewah Jerman seperti Daimler dan BMW selama ini cenderung membuat mobil yang berukuran lebih besar dari produsen Eropa lainnya. Mereka berpendapat pembatasan emisi tersebut tidak adil.

Langkah pemerintah Jerman itu juga mengundang kritik masyarakat. “Daimler dan rekan-rekannya dapat bernapas lega lagi,” tulis surat pembaca harian Jerman Neue Presse dari Hanover.

“Pelobi mobil terbesar di Jerman kini sedang duduk bersama pengendali kekuasaan”.

Ahli industri dari Universitas Essen Ferdinand Dudenhoeffer mengatakan, penundaan itu justru akan merugikan investasi otomotif di bidang desain mobil listrik dan jenis hibrida yang justru lebih ramah lingkungan.

http://www.republika.co.id/berita/otomotif/mobil/13/10/16/murbev-aktivis-dunia-kecam-industri-otomotif-jerman

Redaktur : Mansyur Faqih
Sumber : Antara

 

 

 

 

MOBIL MURAH AYLA

Foto : http://images.detik.com/content/2013/10/12/1207/083026_ayla.jpg

 

Labuan Bajo – Mobil murah Daihatsu Ayla sudah terjual ribuan unit. Dari sekian banyak tipe Ayla, jenis apa yang paling diminati masyarakat?

“Tipe X bertransmisi manual,” ujar Domestic Marketing Head Division PT Astra Daihatsu Motor Rio Sanggau di Labuan Bajo, Flores, NTT.

Tipe X manual ini dijual Rp 98 juta. Selama bulan September kemarin, Daihatsu sudah mengirim 4.377 unit Ayla ke diler (wholesales), sementara untuk angka ritelnya mencapai 2.322 unit.

Kepopuleran mobil murah Low Cost and Green Car (LCGC) tak terbantahkan lagi. Data penjualan yang diperlihatkan Daihatsu menunjukkan sudah ribuan unit Ayla terkirim ke konsumen.

Selama bulan September kemarin, Daihatsu sudah mengirim 4.377 unit Ayla ke diler. sementara 2.322 unit sudah berada di tangan konsumennya.

“Mayoritas pembeli berada di Pulau Jawa sebanyak 60 persen,” ujar Domestic Marketing Head Division PT Astra Daihatsu Motor Rio Sanggau di sela-sela ekspedisi Terios 7 Wonders di Labuan Bajo, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (11/10/2013) malam.

Angka penjualan itu belum memasukkan data pemesanan Ayla di pameran Indonesia International Motor Show kemarin. “Karena di IIMS kan baru mengisi SPK (Surat Pemesanan Kendaraan), belum pengurusan leasing, jadi belum dikirim ke konsumen,” jelasnya.

Di IIMS lalu, dari 923 unit mobil Daihatsu yang terjual sekitar 510 unit merupakan mobil Ayla. Ayla di IIMS adalah mobil paling populer Daihatsu.

Namun jika menghitung secara total, popularitas Ayla belum bisa mengalahkan Xenia. Di bulan September Xenia terjual 4.985 unit sementara pengiriman ke diler mencapai 5.000 unit.

Dadan Kuswaraharja detikOto

http://oto.detik.com/otofokus/read/2013/10/12/082853/2385145/1207/mobil-murah-ayla-tipe-apa-yang-paling-diminati?o991104topnews